Peluang bisnis

Showing posts with label tips dan trik. Show all posts
Showing posts with label tips dan trik. Show all posts

Tuesday, September 13, 2011

Persiapan mudik lebaran

Setelah libur lebaran yang agak panjang kemaren (aku libur ambil cuti hampir 2 minggu.. =D), baru sempat lagi nih buka blog dan blogwalking hari ini. Abis begitu pulang mudik lebaran langsung berjibaku dengan pekerjaan upik abu karena si bibi ga balik lagi, dan sudah mulai pula direcoki dengan pekerjaan kantor. Yah jadilah baru bisa update2 lagi nih...

Sekarang mau cerita tentang persiapan heboh mudik lebaran kemaren. Emang taun ini giliran kita untuk mudik ikut keluarga Ayah ke Kebumen. Soalnya taun lalu kita udah lebaran di Bandung.

Karena ini mudik pertama Ofal, dan yang pasti memakan banyak waktu yang amat sangat lama di jalan karena  macet pastinya, jadi mau ga mau kita harus matang untuk persiapan di perjalanan. Terutama yang dipikirkan sih tentang istirahat dan makannya Ofal sepanjang perjalanan. Soalnya Ofal selama ini makannya kebanyakan masih bubur kasar gitu. Kalopun nasi harus didampingi dengan yang kuah2an. Masih agak susah kalo dikasih table food.

Yang pertama dilakukan, langsung browsing2. Apa aja yang perlu kita bawa. Secara ini pertama kali mudik bawa anak. Kemaren2 sempet liburan bawa Ofal, tapi kan naek pesawat yang notabene di perjalanannya itu sebentar. Sementara ini bisa seharian kita di jalan, macet pulak... Dapet link2 ini yang sangat berguna buat persiapan mudik :
  1. http://mommiesdaily.com/2011/08/23/persiapan-mudik-dengan-si-kecil/
  2. http://mommiesdaily.com/2010/06/23/road-trip-kenyamanan-si-kecil-selama-perjalanan/
  3. http://mommiesdaily.com/2010/06/30/road-trip-mempersiapkan-makanan-si-kecil/
Di mommiesdaily ini banyak lagi tips dan trik untuk bawa baby atau toddler dalam perjalanan.

Terus kita buat itinerary selama mudik. Hehehe.. kaya liburan aja ya.. Ga sih.. sebenernya cuman jadwal makan, menu makanan dan peralatan apa aja yang dibutuhkan selama disana. Kemaren sih kita buatnya kaya gini : rundown lebaran file

Setelah jadwal dibuat, baru deh kita memikirkan apa aja yang perlu kita bawa ya... dan akhirnyaaa... jreng jreng.. setelah dibuat listnya, udah kaya mau pindahan aja.. wkwkwk.. semuanyaaa dibawa. Sampe bawa satu kontainer khusus untuk persiapan makannya Ofal. ^_^

Baju2an

  1. Koper1 : baju2 bunda dan Ayah, jaket, perangkat mandi, handuk kecil
  2. Koper2 : baju2 Ofal, jaket, handuk Ofal
  3. Tas Jinjing Olahraga : 2pc baju main, 1pc baju tidur, pampers, kaos dalam, peralatan mandi Ofal, obat2an, jaket, termometer, anduk kecil, waslap, tissue basah, plastik keresek, topi
Peralatan makan
  1. Tas kecil : termos makan, termos air, sendok
  2. Tas jinjing : susu Ofal, botol2 susu Ofal, botol minum air putih Ofal
  3. Kontainer : bahan makanan Ofal, kompor + panci + ketel kecil, blender, sendok kayu, sendok makan, pisau, alumunium foil, bahan bakar kompor
  4. Box isi ransum makanan dan cemilan
dan Lain2
  1. Tas laptop bunda, iyaaa takut ada kerjaan tiba2.. :(
  2. Kamera + charger2an segala macem
  3. Bantal
  4. Car seat
  5. Gendongan Ofal
  6. Beberapa mainan Ofal

Xixixi.. banyak kan yaa.. Yang pasti, bagasi Xenia dengan kursi belakang yang dilipet penuh dengan muatan deh pokoknya.

Karena kita ga punya kompor portable, kita langsung cari2 kompor kaya apa yang enak untuk dibawa. Ayah pengennya kompor merk Trangia yang emang portable untuk dibawa2 naik gunung gitu. Cari2.. dapetlah di daerah Ciledug kalo ga salah.. Jauh ajaaaa... penampakannya kaya gini.


Kita beli dengan harga sekitar 500 IDR an.. Tapi pas sampe dirumah, dicoba untuk buat bubur Ofal, hasilnya agak mengecewakan. Lamaaa banget buburnya jadinya. Dan itu pun harus tambah spirtusnya 2-3 kali gitu. Jadinya ribeeet... Ga kebayang kalo di perjalanan buat bubur harus kaya gitu. emang sih awalnya kita prefer bahan bakar spirtus dibandingkan gas, karena katanya lebih safe untuk di perjalanan. Tapi karena ribet itu jadinya mikir lagi deh...

Tus timbang2... akhirnyaaa, kita beli lagi kompor gas mini portable yang buat piknik itu looo.. merk HI-COOK dengan harga 200 IDR aja.. hehehehe...  Yang ini lebih memuaskan sih.. Walo tetep aja dua2nya kompornya kita bawa, abisnya kita perlu pancinya yang trangia itu.. :P

Biasanya kita masak bubur pagi2 langsung untuk makan pagi dan siang. Yang siang kita masukin termos makan supaya masih hangat kalo dimakan siang. Untuk di perjalanan, kita suka pas2in saatnya istirahat dengan jadwal makannya Ofal. Misalnya pas solat duhur dan ashar. Tus kita bisa buat atau angetin makanan Ofal. Cuek aja gelar kompor di rest area.. hehee.. yang penting kebutuhannya Ofal terpenuhi.. ^_^

Tus untuk istirahat Ofal di jalan, kita ga buka kursi tengah mobil untuk gelar kasur. Dengan pertimbangan Ofal kalo dibiarin gitu bisa ga mau diem dan buat cape yang jaganya.. wkwkwkw.. dan juga kita kan perlu space bagasi yang besaar.. Jadinya kita mengandalkan car seat aja.. Ofal bisa duduk nyaman, tidur nyenyak di car seat dengan aman. Cuman kadang2 beberapa jam sekali, suka aku keluarin dari car seatnya. Supaya dia ga pegel aja sih.. ^_^



Yang pasti untuk buat dia nyaman dan senang selama perjalanan, aku bawain dia beberapa mainan dan cemilan kesukaan dia yang banyaakkk... :P kemaren aku bawain dia Lays (dia doyan banget ini), pocky sama perkedel kentang.

Hmmm, untuk perjalanan kali ini rasanya kita sudah lumayan puas dengan persiapan yang dilakukan. Terlebih buat keperluannya Ofal.. Mudah2an perjalanan2 selanjutnya.. (pengen liburan lagi maksudnyaa... ^_^) persiapan bisa lebih baik lagi yaaaa... hehehehehe....


Monday, April 4, 2011

Tata Laksana Demam

Gara2 Ofal demam kemaren itu, jadi browsing2 tentang demam.. dan ini rangkumannya..

Demam bukanlah penyakit.. Demam adalah gejala penyakit dengan peningkatan suhu tubuh lebih dari 38,3 dercel lebih dari 24 jam dan biasanya sembuh setelah 72 jam. Jadi ketika anak demam, carilah kemungkinan penyebab demamnya. Penyebab demam pada umumnya adalah infeksi virus. Demam adalah salah satu usaha tubuh untuk menyerang balik penyebab infeksinya. Jadi selama masih terjadi infeksi pasti ada demam. Salah satu resiko demam adalah dehidrasi, cirinya ubun2 cekung, jarang pipis, apabila kulit dicubit gerakan kembalinya lambat.

Pada suhu diantara 37,5 - 38 dercel jangan diberi obat demam, kecuali anak menangis kesakitan dan gelisah. Karena virus subur di temperatur rendah. Pada infeksi virus biasa saat demam turun kondisi anak justru membaik.

Prinsip penanganan : 
  • Jangan panik
  • Amati perilaku anak
  • Cegah dehidrasi dengan memberi ekstra minuman
  • Kompres atau berendam dengan air hangat
  • Ruangan dijaga agar tidak panas
  • Jika demamnya tinggi dapat diberikan obat penurun panas.Obat penurun panas bukan untuk menormalkan suhu tubuh, tapi berguna untuk menurunkan suhu tubuh agar tidak terus meningkat dan dapat memberikan rasa nyaman pada anak. Jadi wajar jika beberapa jam setelah diberi obat penurun panas, suhu tubuh kembali meningkat.
  • Jangan berikan 2 macam obat demam.

    Pada umumnya demam tidak membahayakan. Tinggi rendahnya demam tidak menentukan parah atau tidaknya suatu penyakit. Namun tetap waspada dan segera hubungi dokter jika :
    1. Bayi berusia < 3 bulan dengan suhu tubuh > 38 dercel
    2. Bayi berusia 3-6 bulan dengan suhu tubuh > 38,5 dercel
    3. Bayi dan anak berusia < 6 bulan dengan suhu > 40 dercel
    4. Kondisi anak memburuk : tidur terus, lemas dan sulit dibangunkan
    5. Demam sudah berlangsung 72 jam
    6. Susah minum dan mengalami dehidrasi
    7. Rewel, tidak dapat ditenangkan
    8. Kejang atau kaku pada kuduk leher
    9. Sakit kepala hebat yang menetap
    10. Sesak Napas
    11. Muntah dan diare

      Jika anak demam tinggi jangan terburu2 melakukan pemeriksaan lab. Jika anak demam tinggi tanpa batuk pilek, pikirkan kemungkinan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Lakukan pemeriksaan urine dan kultur. Pemeriksaan lab darah pada umumnya dikerjakan pada :
      • Demam lebih dari 72 jam dan sudah terbukti bukan ISK
      • Demam lebih dari 72 jam dengan kecurigaan DB
      • Demam dengan penurunan kesadaran
      • Demam dengan kejang berulang
      • Demam dengan tanda2 dehidrasi berat
      • Demam dengan sesak napas
      • Demam dengan anemia berat (anak sangat pucat pada bibir, lidah, kuku, telapak tangan)
      • Demam dengan pembesaran hati dan limpa
      • Demam dengan tanda2 pendarahan nyata.

         Pada penggunaan obat demam, sebaiknya memperhatikan terlebih dahulu hal2 berikut :
        • Indikasi yaitu kondisi yang membutuhkan obat yang bersangkutan. 
        • Kontra indikasi yaitu kondisi dimana obat tidak boleh diberikan atau kalaupun mutlak dibutuhkan maka pemberiannya harus sangat berhati2.
        • Resiko efek samping. 

        Obat demam yang umum digunakan adalah Parasetamol dan Ibuprofen. Keduanya memiliki efek yang sama yaitu pengurang rasa sakit dan penurun panas. Namun Parasetamol lebih banyak disarankan untuk penggunaan bayi dan anak, juga untuk ibu hamil dan menyusui karena dianggap obat yang paling aman. Dengan catatan, dosis sesuai anjuran dan tidak berlebihan. Penggunaan parasetamol yang lama juga dapat menimbulkan kerusakan hati. Penggunaan Ibuprofen dalam dosis yang besar dan lama dapat menimbulkan iritasi lambung (perdarahan) dan gangguan cerna. Ibuprofen tidak dianjurkan pada anak < 6 bulan. pada anak muntah dan diare serta pada anak yang diduga DB.

        Kemaren aku kasih parasetamol ke Ofal karena dia udah mulai ngerasa ga nyaman. Ga bisa tidur juga. Mungkin emang karena badannya ngerasa ga enak. Sempet ngerasa bingung juga sama dosisnya. Akhirnya aku kasih 0,6 ml. 
        Padahal harusnya ada itungannya.. Berdasarkan berat badan anak, bukan berdasarkan usia. Karena anak usia tertentu, misalkan kaya Ofal 15 bulan, berat badannya bisa aja beda kan? Kalo beda berat dikasih dosis yang sama takutnya ada efek samping yang bahaya buat anak. Karena kan gimana juga parasetamol adalah obat yang akan berfungsi baik jika diberikan pada dosis yang pas.Sebenarnya,  dosis pemberian obat yang paling akurat adalah ditetapkan berdasarkan volume permukaan tubuh. Tetapi karena pasti akan kesulitan dalam menghitungnya, maka disederhanakan dengan mengacu kepada berat badan (BB). 

        Tapi aku lupa itungannya.. akhirnya nanya sama Diah Re, dan ini dia rumusnya :

        ​Rumus
        A = (x / y)  x B

        A = dosis obat dibutuhkan (ml)  ,
        x = berat badan (kg) dikali 10mg (dosis terkecil) ,
        y = obat yg dibutuhkan dalam mg  ,
        b = dosis obat pertakaran yg ada di kemasan

        ‎​Parasetamol memiliki berbagai macam merk dagang. Misalnya ada Tempra, Sanmol, dll. Kemaren aku pake Sanmol. Kemungkinan setiap merk dagang yang berbeda memiliki komposisi parasetamol yang berbeda juga. Kalo di Sanmol komposisinya tiap 0.6 ml mengandung parasetamol 60 mg. Dan dosis setiap kali pemberian 10-15 mg / kg berat anak.

        Jadi cara ngitung dosis parasetamol buat Ofal :
        x = 10,7 kg x 10 mg = 107
        y = 60 mg
        b = 0,6 ml

        A = (107/60) * 0,6 = 1.07 ml

        Jadi seharusnya Ofal dikasih Sanmol 1.07 ml.. wah kemaren kesedikitan.. :D tapi ini cara ngitung dengan ngambil dosis minimum yaa.. Iya dengan Ofal sakit.. Bunda jadi banyak belajar lagi gimana cara menangani sakit yang tepat.. Tapi mudah2an Ofal ga sakit lagi laahh.. ya.. ya.. ya...???

        Sumber :
        1. Q & A Smart Parents for Healthy Children, dr. Purnamawati S Pujiarto, SpAK, MMPed
        2. http://dokternasir.web.id/2011/03/tutorial-dosis-pemberian-obat-penurun-demam-anak.html






          Tuesday, March 15, 2011

          Tips dan Trik bawa Ofal naek pesawat


          Untuk pergi naek pesawat ke Batam kemaren, bunda ga terlalu ribet mikirin persiapan2nya.. haha.. emang bundanya males aja kali ya?
          Pas mendekati hari H, ayah ngingetin aku.. apa udah beli ear plug buat Ofal? Takutnya telinganya kenapa2 karena ada perbedaan tekanan udara pas landing dan take Off. Hummm baru deh bunda kelabakan, buat rencana mau beli ear plug.. tapi dipikir2 lagi.. hadeuh males keluar rumahnya.. secara hari jumat, kemana2 jam berapa aja pasti macet..
          Tus bunda tanya2 deh ke Bundanya essa, karena waktu kapan itu dia juga pernah bawa essa naek pesawat. Dia bilang, essa ga pake ear plug kok.. ga apa2.. wokay.. langsung deh bunda browsing2 untuk lebih meyakinkan lagi.. Dan bunda dapet info dari milis asiforbaby :
          Penutup telinga (ear plug) tidak memberikan pengaruh apa2 krn tekanan terjadi di dalam telinga dan udara masuk tidak hanya melalui telinga tapi bisa dr hidung dan mulut. Yang harus diperhatikan justru saat take off dan landing mulut bayi harus terbuka. Hal ini bs dgn menangis/menyusu.. Oleh sebab itu bayi tdk perlu di beri kapas/earplug tetapi harus di susui saat takeoff/landing..
          Berbekal info itu, persiapan untuk bawa Ofal naek pesawat ga terlalu ribet kok.. cuman siapin nenen (langsung dari gentongnya ^^) sama siapin maenan kesukaan Ofal aja.. Bawa si doggy sama buku buahnya.. ini sih lebih supaya Ofal ga bosen di pesawat.. Tus satu trik lagi, biar Ofal mau agak2 diem duduk manis di pangkuan bunda dan mau pake safety beltnya sepanjang perjalanan, bunda pangku Ofal dengan mendudukkannya balik ke arah bunda. Jadi bisa liat dan ngobrol sama bundanya setiap saat. Kaki kanan dan kaki kirinya ada di pinggang bunda. Kebayang ga sih? hehehe.. Posisi ini cukup ampuh. Enak buat menyusui, untuk Ofal bobo pun cukup nyaman, dan yang pasti Ofal ga kemana2.. ^^ Walo agak sedikit rewel pas mau landing kemaren karena ngantuk.. tapi so far, pergi dan pulangnya, perjalananan pertama Ofal dengan pesawat ini bisa dibilang lancar.. Alhamdulillah...


          ** ini foto waktu mau take off...